Selasa, 23 Oktober 2012

Nothing!


         Kemarin, satu hari kebahagiaanmu. Sudah kunanti-nanti tanggal itu dengan hati-hati dan penuh kesabaran. Saat itu aku mulai berfikir tentang sebuah barang yang akan ku berikan untuk seseorang yang istimewa walah mungkin tidak se-istimewa orang yang kau sayang bahkan mungkin mantanmu. Hari demi hari telah berlalu, ku lalui dengan penuh pertanyaan. Hingga satu malam sebelum tanggal kelahiranmu, aku memutuskan untuk bertanya pada teman-temanku, hadiah apa yang cocok diberikan untukmu. Pikiranku berhenti pada satu pilihan, sejak itu aku berusaha mencari toko yang menjual kado untuk manusia ciptaan Tuhan sepertimu.

                Sehari sebelum hari H, aku mengajak 2 orang temanku untuk menemaniku ke sebuah tempat lalu mereka membantuku dengan sepenuh hati. Tak masalah berapapun uang yang aku keluarkan untuk memberikan sesuatu yang istimewa walaupun mungkin tidak istimewa lagi di mata mu. Asalkan kau mau menerimanya dengan senang hati, aku sudah bahagia mendengarnya. Akhirnya hari yang ku tunggu pun datang, pada pagi hari perasaanku disiksa karena dipaksa melakukan sesuatu yang mungkin kurang berkenan di hatimu. Entah bagaimana engkau menanggapinya, aku tak tahu. Biarlah rasa penasaranku ini Tuhan yang menjawab. Hingga pada jam istirahat aku meminta tolong seorang temanku yang juga teman kelasmu untuk menaruh sesuatu dari ku. Akhirnya dia menaruhnya di tas biru yang berada di pojok kelasmu dekat jendela. Dia mengetaui atau tidak? Semoga. Saat itu aku kaget karena seorang temanmu bertanya kepadaku, apakah yang memberi semua itu aku, tidak, jawabku. Di dalam sana tertulis ucapan, namun sengaja tidak ku tulis nama pengirimnya disana, untuk mastikan apakah kamu masih ingat dengan sosok seseorang disini yang selalu memikirkanmu. J

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar